Penguatan Kepatuhan Penggunaan Obat melalui Edukasi Berbasis Teknologi QR Code pada Program Pengabdian Masyarakat di Kendangsari Surabaya
Keywords:
medication adherence, QR code, edukasi obat, pengabdian masyarakat, farmasi komunitasAbstract
Kepatuhan penggunaan obat merupakan faktor penentu keberhasilan terapi yang kerap diabaikan di masyarakat. Rendahnya kepatuhan berdampak pada perburukan kondisi klinis, peningkatan risiko komplikasi, dan pemborosan sumber daya kesehatan. Edukasi konvensional dinilai kurang efektif karena keterbatasan waktu, media yang monoton, serta tidak tersedianya informasi yang dapat diakses kapan saja. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan penggunaan obat pada masyarakat Kelurahan Kendangsari, Surabaya, melalui pendekatan edukasi berbasis teknologi QR Code. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan langsung, distribusi kartu QR Code yang memuat leaflet digital, serta pendampingan individu. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan, serta kuesioner kepatuhan terstandar. Kegiatan ini melibatkan 25 peserta dengan rentang usia 30 hingga 65 tahun. Hasil menunjukkan peningkatan skor
pengetahuan rata-rata dari 60,0 menjadi 86,0 (meningkat 43,5%), serta peningkatan kepatuhan rata-rata sebesar 29,0 persen. Peserta menyatakan kemudahan dalam mengakses informasi melalui smartphone masing-masing. Teknologi QR Code terbukti efektif sebagai media edukasi yang fleksibel, murah, dan mudah direplikasi. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan literasi pengobatan di tingkat komunitas dan berpotensi diterapkan secara berkelanjutan di apotek maupun puskesmas setempat.
References
1. World Health Organization. Adherence to long-term therapies : evidence for action [Internet]. Genewa: World Health Organization; 2003. 196 p. Available from: https://iris.who.int/handle/10665/42682%09
2. Kemenkes RI. Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Lembaga Penerbit Balitbangkes [Internet]. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan; 2018. p. hal 156. Available from: https://repository.badankebijakan.kemkes.go.id/id/eprint/3514/1/Laporan Riskesdas 2018 Nasional.pdf
3. Krousel-Wood M, Thomas S, Muntner P, Morisky D. Medication adherence: a key factor in achieving blood pressure control and good clinical outcomes in hypertensive patients. Curr Opin Cardiol. 2004 Jul;19(4):357–62. doi:10.1097/01.hco.0000126978.03828.9e PubMed PMID: 15218396.
4. Polonsky WH, Henry RR. Poor medication adherence in type 2 diabetes: recognizing the scope of the problem and its key contributors. Patient Prefer Adherence. 2016;10:1299–307. doi:10.2147/PPA.S106821 PubMed PMID: 27524885.
5. Horne R, Weinman J, Barber N, Elliott R, Morgan M, Kellar I. Concordance, Adherence and Compliance in Medicine Taking. 2005.
6. Azhimah H, Syafhan NF, Manurung N. Efektifitas Video Edukasi dan Kartu Pengingat Minum Obat Terhadap Kepatuhan Pengobatan dan Kontrol Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi. Jurnal Sains Farmasi & Klinis. 2023 Jan 27;9(3 SE-Research Articles):291–301. doi:10.25077/jsfk.9.3.291-301.2022
7. Yufytha Zahra, Subiyanto S, Fanny Kristiadhi. Pengembangan Media Informasi Dengan Menggunakan QR-Code Di Kawasan Wisata Batu Karas, Kabupaten Pangandaran. Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi. 2025 Feb 23;6(3 SE-Articles):2016–34. doi:10.38035/jemsi.v6i3.4156
8. Zulianti R, Victoria AZ, Fitri D, Lestari A. Pengaruh Edukasi Dengan Visual Audio Terhadap Self- Management Pada Penderita Gout Arthritis. Karya Kesehatan Siwalima. 2025;4:7–16.
9. Notoatmodjo S. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta; 2014.
10. Putri DS, Yuliana AR, Purwandari NP, Cahyanti L. Edukasi Berbasis Audio Visual Guna Peningkatan Pengetahuan Tentang Penggunaan Obat Hipertensi di Desa Sukolilo. Jurnal Pengabdian Bidang Kesehatan. 2023;1(4):31–42.

